🚀 Lihat Portfolio Saya

MIKROTIK ROUTEROS

Memahami Konsep Dasar Routing IP
Konfigurasi dan implementasi routing pada perangkat MikroTik
Informasi Penulis
Penulis: Jovian Ekasakta
Guru: Arief Wahyudin
Kelas: XI TJKT 03
Sekolah: Dwija Bhakti 01 Jombang

1. KONSEP DASAR ROUTING IP

Pengertian Routing IP

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), routing adalah proses pemilihan jalur untuk meneruskan paket data antar jaringan yang berbeda. Router MikroTik menjalankan proses ini dengan menyimpan semua informasi routing dalam database yang disebut RIB (Routing Information Base), yang berisi daftar entri untuk tujuan jaringan tertentu dan gateway mereka (alamat perangkat berikutnya dalam jalur atau next-hop).

Dari sumber Tech Layer-X (2025), routing pada dasarnya merupakan proses pemilihan jalur untuk meneruskan paket data antar jaringan yang berbeda. MikroTik RouterOS mendukung baik static routing—di mana rute didefinisikan secara manual—maupun dynamic routing—di mana rute dipelajari dan diperbarui secara otomatis menggunakan protokol routing.

Komponen Utama Routing pada MikroTik

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), MikroTik RouterOS menggunakan beberapa komponen utama dalam proses routing:

RIB (Routing Information Base) - Berisi semua prefix yang dipelajari dari protokol routing
# Mencakup rute dari jaringan terkoneksi (connected), statis, BGP, RIP, OSPF
FIB (Forwarding Information Base) - Tabel yang digunakan router untuk meneruskan paket
# Berisi rute aktif yang dipilih dari RIB
Route - Entri individual dalam tabel routing yang menunjukkan jalur ke jaringan tujuan
# Berisi dst-address, gateway, distance, dan properti lainnya

Dari sumber Cyberlab Pacific (2025), MikroTik menggunakan antarmuka Winbox GUI yang kuat untuk mengonfigurasi routing. Semua informasi routing dapat diakses melalui menu IP > Routes yang memungkinkan administrator untuk mengelola entri routing dengan mudah.

Kesimpulan: Dari 2 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa routing pada MikroTik adalah proses pemilihan jalur untuk meneruskan paket data antar jaringan, yang dilakukan dengan bantuan database routing (RIB dan FIB). MikroTik RouterOS menawarkan fleksibilitas dengan mendukung baik static routing maupun dynamic routing, dan menyediakan interface GUI Winbox yang kuat untuk konfigurasi dan pengelolaan routing.

2. KLASIFIKASI PROTOKOL ROUTING: IGP DAN EGP

Pengertian IGP (Interior Gateway Protocol)

Dari sumber Cisco Networking Academy (2024), IGP (Interior Gateway Protocol) adalah protokol routing yang digunakan untuk bertukar informasi routing dalam satu Autonomous System (AS). Autonomous System adalah kumpulan jaringan yang berada di bawah kendali administratif yang sama, seperti jaringan dalam sebuah perusahaan atau organisasi.

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), protokol IGP dirancang untuk digunakan dalam jaringan internal dan memiliki karakteristik:

Jenis-jenis Protokol IGP

Dari sumber Tech Layer-X (2025), berikut adalah protokol IGP utama yang didukung oleh MikroTik RouterOS:

RIP (Routing Information Protocol)
# Protokol distance-vector klasik yang menggunakan hop count sebagai metrik
# Maximum hop count: 15, cocok untuk jaringan kecil
OSPF (Open Shortest Path First)
# Protokol link-state yang menggunakan algoritma Dijkstra (SPF)
# Mendukung desain hierarkis dengan area, cocok untuk jaringan enterprise
EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)
# Protokol hybrid (Cisco proprietary) dengan konvergensi cepat
# Menggunakan DUAL algorithm untuk menghitung rute terbaik
IS-IS (Intermediate System to Intermediate System)
# Protokol link-state yang mirip dengan OSPF
# Banyak digunakan oleh ISP karena skalabilitasnya

Pengertian EGP (Exterior Gateway Protocol)

Dari sumber RFC 4271 (2024), EGP (Exterior Gateway Protocol) adalah protokol routing yang digunakan untuk bertukar informasi routing antara Autonomous System yang berbeda. Protokol ini memungkinkan jaringan dari organisasi yang berbeda untuk saling terhubung, seperti koneksi antara perusahaan dengan ISP atau antara ISP yang berbeda.

Dari sumber MikroTik Wiki (2024), EGP memiliki karakteristik yang berbeda dengan IGP:

Protokol EGP Utama: BGP

Dari sumber FastNetMon (2025), BGP (Border Gateway Protocol) adalah satu-satunya protokol EGP yang digunakan secara luas di internet saat ini. BGP versi 4 (BGP-4) adalah standar de facto untuk routing antar autonomous system.

BGP (Border Gateway Protocol)
# Protokol path-vector yang menggunakan atribut path untuk seleksi rute
# Mendukung routing policies yang kompleks berdasarkan AS Path
# Digunakan untuk koneksi antara perusahaan-ISP dan ISP-ISP

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), BGP pada MikroTik dapat dikonfigurasi untuk:

Perbandingan IGP vs EGP

Aspek IGP (Interior Gateway Protocol) EGP (Exterior Gateway Protocol)
Scope Dalam satu Autonomous System Antar Autonomous System
Contoh Protokol RIP, OSPF, EIGRP, IS-IS BGP
Algoritma Distance-Vector, Link-State Path-Vector
Metrik Hop count, bandwidth, delay Path attributes, policies
Konvergensi Cepat Lambat (untuk stabilitas)
Skalabilitas Terbatas (ratusan router) Sangat tinggi (ribuan router)

Kesimpulan: Dari berbagai sumber dapat disimpulkan bahwa IGP dan EGP merupakan dua klasifikasi utama protokol routing berdasarkan scope penggunaannya. IGP digunakan untuk routing dalam satu autonomous system dengan fokus pada efisiensi dan konvergensi cepat, sementara EGP (khususnya BGP) digunakan untuk routing antar autonomous system dengan fokus pada kebijakan dan stabilitas. MikroTik RouterOS mendukung kedua jenis protokol ini, memungkinkan implementasi routing yang komprehensif untuk berbagai skenario jaringan.

3. ALGORITMA ROUTING DAN METRIK

Konsep Dasar Algoritma Routing

Dari sumber Tanenbaum & Wetherall (2021), algoritma routing adalah prosedur matematis yang digunakan oleh router untuk menentukan jalur terbaik untuk mengirimkan paket data dari sumber ke tujuan. Algoritma ini bekerja dengan memproses informasi dalam tabel routing dan memilih rute berdasarkan kriteria tertentu.

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), setiap algoritma routing memiliki tujuan utama:

Jenis-jenis Algoritma Routing

1. Distance-Vector Algorithm

Dari sumber Cisco Networking Academy (2024), algoritma Distance-Vector bekerja dengan cara setiap router berbagi seluruh tabel routingnya dengan router tetangga secara periodik. Router kemudian menghitung jarak terpendek ke setiap jaringan berdasarkan informasi yang diterima.

Karakteristik Distance-Vector:
# Setiap router hanya mengetahui informasi dari router tetangga
# Menggunakan algoritma Bellman-Ford untuk perhitungan
# Contoh: RIP, IGRP, EIGRP (sebagian)
# Rentan terhadap routing loops dan count-to-infinity problem

Dari sumber Tech Layer-X (2025), mekanisme loop prevention dalam Distance-Vector:

2. Link-State Algorithm

Dari sumber RFC 2328 (2024), algoritma Link-State bekerja dengan cara setiap router membuat peta lengkap topologi jaringan. Router mengirimkan informasi tentang link yang terhubung langsung (link-state) ke semua router dalam area, kemudian setiap router menjalankan algoritma yang sama untuk menghitung pohon jalur terpendek.

Karakteristik Link-State:
# Setiap router memiliki peta lengkap topologi jaringan
# Menggunakan algoritma Dijkstra (Shortest Path First)
# Contoh: OSPF, IS-IS
# Konvergensi lebih cepat dan bebas dari routing loops

Dari sumber MikroTik Wiki (2024), proses Link-State Routing:

  1. Discover Neighbors: Router menemukan router tetangga menggunakan Hello packets
  2. Measure Cost: Mengukur cost atau metric ke setiap tetangga
  3. Build LSP: Membangun Link State Packet berisi informasi yang dikumpulkan
  4. Flood LSP: Mengirimkan LSP ke semua router dalam area
  5. Compute Routes: Menghitung rute terbaik ke semua tujuan menggunakan algoritma SPF

3. Path-Vector Algorithm

Dari sumber RFC 4271 (2024), algoritma Path-Vector adalah pengembangan dari Distance-Vector yang dirancang khusus untuk routing skala besar seperti internet. Algoritma ini mencatat seluruh path (urutan autonomous system) yang dilalui oleh rute.

Karakteristik Path-Vector:
# Menyimpan seluruh path (AS Path) dalam setiap update
# Menggunakan atribut path untuk seleksi rute dan loop prevention
# Contoh: BGP
# Fokus pada policy-based routing daripada optimalitas teknis

Metrik Routing

Dari sumber Tanenbaum & Wetherall (2021), metrik routing adalah nilai yang digunakan oleh algoritma routing untuk menentukan jalur terbaik ketika terdapat multiple path ke tujuan yang sama. Berikut adalah metrik umum yang digunakan:

Jenis-jenis Metrik Routing

Metrik Deskripsi Protokol yang Menggunakan
Hop Count Jumlah router yang harus dilalui RIP
Bandwidth Kapasitas link data (dalam bps) OSPF, EIGRP
Delay Waktu yang dibutuhkan untuk melintasi path EIGRP
Load Utilization link saat ini EIGRP
Reliability Tingkat error rate pada link EIGRP
Cost Nilai arbitrer berdasarkan bandwidth atau administrasi OSPF, IS-IS
MTU Maximum Transmission Unit pada path Beberapa protokol

Algoritma Dijkstra (Shortest Path First)

Dari sumber RFC 2328 (2024), algoritma Dijkstra adalah algoritma link-state yang digunakan oleh OSPF untuk menghitung jalur terpendek. Berikut adalah cara kerjanya:

  1. Inisialisasi:
    • Router menempatkan dirinya sebagai root dari pohon
    • Menetapkan cost 0 untuk diri sendiri dan ∞ untuk router lain
  2. Evaluasi Tetangga:
    • Memeriksa semua router tetangga yang terhubung langsung
    • Menghitung cost kumulatif ke setiap tetangga
  3. Pilih Jalur Terpendek:
    • Memilih router dengan cost terendah yang belum diproses
    • Menambahkan router tersebut ke pohon jalur terpendek
  4. Update Cost:
    • Memperbarui cost ke semua router yang terhubung melalui router yang baru dipilih
    • Jika ditemukan cost yang lebih rendah, update tabel routing
  5. Ulangi:
    • Mengulangi langkah 3 dan 4 sampai semua router telah diproses

Catatan Penting: Algoritma Dijkstra menjamin bahwa semua jalur yang dihasilkan adalah jalur terpendek dan bebas dari loop. Namun, algoritma ini membutuhkan komputasi yang lebih intensif dibandingkan algoritma Distance-Vector.

Kesimpulan: Dari berbagai sumber dapat disimpulkan bahwa algoritma routing merupakan inti dari proses routing yang menentukan bagaimana paket data dikirim melalui jaringan. Terdapat tiga jenis algoritma utama: Distance-Vector (menggunakan informasi lokal), Link-State (menggunakan peta topologi lengkap), dan Path-Vector (menggunakan informasi path lengkap). Setiap algoritma menggunakan metrik yang berbeda-beda untuk menentukan jalur terbaik, dan pemilihan algoritma yang tepat bergantung pada ukuran jaringan, kebutuhan konvergensi, dan kompleksitas administrasi yang diinginkan.

4. STATIC ROUTING

Pengertian Static Routing

Dari sumber MikroTik Wiki (2024), Static Routing adalah metode routing di mana rute ditentukan secara manual oleh administrator jaringan. Rute statis menentukan jalur yang akan digunakan paket data untuk mencapai jaringan tujuan tertentu. Pada MikroTik, rute statis memiliki prioritas lebih tinggi daripada rute dinamis karena memiliki nilai distance yang lebih rendah secara default.

Dari sumber Tech Layer-X (2025), Static Routing paling cocok untuk jaringan kecil atau stabil di mana jalur jarang berubah. Metode ini memberikan kontrol penuh atas keputusan routing, tetapi memerlukan pembaruan manual ketika topologi jaringan berubah.

2. KLASIFIKASI PROTOKOL ROUTING: IGP DAN EGP

Pengertian IGP (Interior Gateway Protocol)

Dari sumber Cisco Networking Academy (2024), IGP (Interior Gateway Protocol) adalah protokol routing yang digunakan untuk bertukar informasi routing dalam satu Autonomous System (AS). Autonomous System adalah kumpulan jaringan yang berada di bawah kendali administratif yang sama, seperti jaringan dalam sebuah perusahaan atau organisasi.

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), protokol IGP dirancang untuk digunakan dalam jaringan internal dan memiliki karakteristik:

Jenis-jenis Protokol IGP

Dari sumber Tech Layer-X (2025), berikut adalah protokol IGP utama yang didukung oleh MikroTik RouterOS:

RIP (Routing Information Protocol)
# Protokol distance-vector klasik yang menggunakan hop count sebagai metrik
# Maximum hop count: 15, cocok untuk jaringan kecil
OSPF (Open Shortest Path First)
# Protokol link-state yang menggunakan algoritma Dijkstra (SPF)
# Mendukung desain hierarkis dengan area, cocok untuk jaringan enterprise
EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)
# Protokol hybrid (Cisco proprietary) dengan konvergensi cepat
# Menggunakan DUAL algorithm untuk menghitung rute terbaik
IS-IS (Intermediate System to Intermediate System)
# Protokol link-state yang mirip dengan OSPF
# Banyak digunakan oleh ISP karena skalabilitasnya

Pengertian EGP (Exterior Gateway Protocol)

Dari sumber RFC 4271 (2024), EGP (Exterior Gateway Protocol) adalah protokol routing yang digunakan untuk bertukar informasi routing antara Autonomous System yang berbeda. Protokol ini memungkinkan jaringan dari organisasi yang berbeda untuk saling terhubung, seperti koneksi antara perusahaan dengan ISP atau antara ISP yang berbeda.

Dari sumber MikroTik Wiki (2024), EGP memiliki karakteristik yang berbeda dengan IGP:

Protokol EGP Utama: BGP

Dari sumber FastNetMon (2025), BGP (Border Gateway Protocol) adalah satu-satunya protokol EGP yang digunakan secara luas di internet saat ini. BGP versi 4 (BGP-4) adalah standar de facto untuk routing antar autonomous system.

BGP (Border Gateway Protocol)
# Protokol path-vector yang menggunakan atribut path untuk seleksi rute
# Mendukung routing policies yang kompleks berdasarkan AS Path
# Digunakan untuk koneksi antara perusahaan-ISP dan ISP-ISP

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), BGP pada MikroTik dapat dikonfigurasi untuk:

Perbandingan IGP vs EGP

Aspek IGP (Interior Gateway Protocol) EGP (Exterior Gateway Protocol)
Scope Dalam satu Autonomous System Antar Autonomous System
Contoh Protokol RIP, OSPF, EIGRP, IS-IS BGP
Algoritma Distance-Vector, Link-State Path-Vector
Metrik Hop count, bandwidth, delay Path attributes, policies
Konvergensi Cepat Lambat (untuk stabilitas)
Skalabilitas Terbatas (ratusan router) Sangat tinggi (ribuan router)

Kesimpulan: Dari berbagai sumber dapat disimpulkan bahwa IGP dan EGP merupakan dua klasifikasi utama protokol routing berdasarkan scope penggunaannya. IGP digunakan untuk routing dalam satu autonomous system dengan fokus pada efisiensi dan konvergensi cepat, sementara EGP (khususnya BGP) digunakan untuk routing antar autonomous system dengan fokus pada kebijakan dan stabilitas. MikroTik RouterOS mendukung kedua jenis protokol ini, memungkinkan implementasi routing yang komprehensif untuk berbagai skenario jaringan.

3. ALGORITMA ROUTING DAN METRIK

Konsep Dasar Algoritma Routing

Dari sumber Tanenbaum & Wetherall (2021), algoritma routing adalah prosedur matematis yang digunakan oleh router untuk menentukan jalur terbaik untuk mengirimkan paket data dari sumber ke tujuan. Algoritma ini bekerja dengan memproses informasi dalam tabel routing dan memilih rute berdasarkan kriteria tertentu.

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), setiap algoritma routing memiliki tujuan utama:

Jenis-jenis Algoritma Routing

1. Distance-Vector Algorithm

Dari sumber Cisco Networking Academy (2024), algoritma Distance-Vector bekerja dengan cara setiap router berbagi seluruh tabel routingnya dengan router tetangga secara periodik. Router kemudian menghitung jarak terpendek ke setiap jaringan berdasarkan informasi yang diterima.

Karakteristik Distance-Vector:
# Setiap router hanya mengetahui informasi dari router tetangga
# Menggunakan algoritma Bellman-Ford untuk perhitungan
# Contoh: RIP, IGRP, EIGRP (sebagian)
# Rentan terhadap routing loops dan count-to-infinity problem

Dari sumber Tech Layer-X (2025), mekanisme loop prevention dalam Distance-Vector:

2. Link-State Algorithm

Dari sumber RFC 2328 (2024), algoritma Link-State bekerja dengan cara setiap router membuat peta lengkap topologi jaringan. Router mengirimkan informasi tentang link yang terhubung langsung (link-state) ke semua router dalam area, kemudian setiap router menjalankan algoritma yang sama untuk menghitung pohon jalur terpendek.

Karakteristik Link-State:
# Setiap router memiliki peta lengkap topologi jaringan
# Menggunakan algoritma Dijkstra (Shortest Path First)
# Contoh: OSPF, IS-IS
# Konvergensi lebih cepat dan bebas dari routing loops

Dari sumber MikroTik Wiki (2024), proses Link-State Routing:

  1. Discover Neighbors: Router menemukan router tetangga menggunakan Hello packets
  2. Measure Cost: Mengukur cost atau metric ke setiap tetangga
  3. Build LSP: Membangun Link State Packet berisi informasi yang dikumpulkan
  4. Flood LSP: Mengirimkan LSP ke semua router dalam area
  5. Compute Routes: Menghitung rute terbaik ke semua tujuan menggunakan algoritma SPF

3. Path-Vector Algorithm

Dari sumber RFC 4271 (2024), algoritma Path-Vector adalah pengembangan dari Distance-Vector yang dirancang khusus untuk routing skala besar seperti internet. Algoritma ini mencatat seluruh path (urutan autonomous system) yang dilalui oleh rute.

Karakteristik Path-Vector:
# Menyimpan seluruh path (AS Path) dalam setiap update
# Menggunakan atribut path untuk seleksi rute dan loop prevention
# Contoh: BGP
# Fokus pada policy-based routing daripada optimalitas teknis

Metrik Routing

Dari sumber Tanenbaum & Wetherall (2021), metrik routing adalah nilai yang digunakan oleh algoritma routing untuk menentukan jalur terbaik ketika terdapat multiple path ke tujuan yang sama. Berikut adalah metrik umum yang digunakan:

Jenis-jenis Metrik Routing

Metrik Deskripsi Protokol yang Menggunakan
Hop Count Jumlah router yang harus dilalui RIP
Bandwidth Kapasitas link data (dalam bps) OSPF, EIGRP
Delay Waktu yang dibutuhkan untuk melintasi path EIGRP
Load Utilization link saat ini EIGRP
Reliability Tingkat error rate pada link EIGRP
Cost Nilai arbitrer berdasarkan bandwidth atau administrasi OSPF, IS-IS
MTU Maximum Transmission Unit pada path Beberapa protokol

Algoritma Dijkstra (Shortest Path First)

Dari sumber RFC 2328 (2024), algoritma Dijkstra adalah algoritma link-state yang digunakan oleh OSPF untuk menghitung jalur terpendek. Berikut adalah cara kerjanya:

  1. Inisialisasi:
    • Router menempatkan dirinya sebagai root dari pohon
    • Menetapkan cost 0 untuk diri sendiri dan ∞ untuk router lain
  2. Evaluasi Tetangga:
    • Memeriksa semua router tetangga yang terhubung langsung
    • Menghitung cost kumulatif ke setiap tetangga
  3. Pilih Jalur Terpendek:
    • Memilih router dengan cost terendah yang belum diproses
    • Menambahkan router tersebut ke pohon jalur terpendek
  4. Update Cost:
    • Memperbarui cost ke semua router yang terhubung melalui router yang baru dipilih
    • Jika ditemukan cost yang lebih rendah, update tabel routing
  5. Ulangi:
    • Mengulangi langkah 3 dan 4 sampai semua router telah diproses

Catatan Penting: Algoritma Dijkstra menjamin bahwa semua jalur yang dihasilkan adalah jalur terpendek dan bebas dari loop. Namun, algoritma ini membutuhkan komputasi yang lebih intensif dibandingkan algoritma Distance-Vector.

Kesimpulan: Dari berbagai sumber dapat disimpulkan bahwa algoritma routing merupakan inti dari proses routing yang menentukan bagaimana paket data dikirim melalui jaringan. Terdapat tiga jenis algoritma utama: Distance-Vector (menggunakan informasi lokal), Link-State (menggunakan peta topologi lengkap), dan Path-Vector (menggunakan informasi path lengkap). Setiap algoritma menggunakan metrik yang berbeda-beda untuk menentukan jalur terbaik, dan pemilihan algoritma yang tepat bergantung pada ukuran jaringan, kebutuhan konvergensi, dan kompleksitas administrasi yang diinginkan.

4. STATIC ROUTING

Pengertian Static Routing

Dari sumber MikroTik Wiki (2024), Static Routing adalah metode routing di mana rute ditentukan secara manual oleh administrator jaringan. Rute statis menentukan jalur yang akan digunakan paket data untuk mencapai jaringan tujuan tertentu. Pada MikroTik, rute statis memiliki prioritas lebih tinggi daripada rute dinamis karena memiliki nilai distance yang lebih rendah secara default.

Dari sumber Tech Layer-X (2025), Static Routing paling cocok untuk jaringan kecil atau stabil di mana jalur jarang berubah. Metode ini memberikan kontrol penuh atas keputusan routing, tetapi memerlukan pembaruan manual ketika topologi jaringan berubah.

2. STATIC ROUTING

# topologi yang digunakan

Topologi di GNS3
Tampilan topologi di gns3
Topologi routing
Tampilan topologi di gns3

Pengertian Static Routing

Dari sumber MikroTik Wiki (2024), Static Routing adalah metode routing di mana rute ditentukan secara manual oleh administrator jaringan. Rute statis menentukan jalur yang akan digunakan paket data untuk mencapai jaringan tujuan tertentu. Pada MikroTik, rute statis memiliki prioritas lebih tinggi daripada rute dinamis karena memiliki nilai distance yang lebih rendah secara default.

Dari sumber Tech Layer-X (2025), Static Routing paling cocok untuk jaringan kecil atau stabil di mana jalur jarang berubah. Metode ini memberikan kontrol penuh atas keputusan routing, tetapi memerlukan pembaruan manual ketika topologi jaringan berubah.

Konfigurasi Static Route di MikroTik dengan Winbox

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), untuk menambahkan rute statis pada MikroTik menggunakan Winbox:

  1. Buka aplikasi Winbox dan hubungkan ke router MikroTik
  2. Dari menu utama, buka IP > Routes
  3. Klik tombol Add (+) untuk menambahkan rute baru
  4. Masukkan Dst. Address (alamat tujuan) dan netmask, contoh: 192.168.2.0/24
  5. Masukkan Gateway (alamat IP router berikutnya), contoh: 172.16.1.2
  6. Biarkan Distance pada nilai default (1) atau sesuaikan jika diperlukan
  7. Klik Apply dan OK untuk menyimpan rute

Dari sumber RouterX (2025), untuk melihat tabel routing di Winbox:

  1. Buka IP > Routes
  2. Perhatikan kolom Flags yang menunjukkan status rute:
    • A - Active: Rute aktif dan digunakan
    • S - Static: Rute yang dikonfigurasi secara manual
    • D - Dynamic: Rute yang dipelajari dari protokol routing dinamis
    • C - Connected: Rute yang terhubung langsung ke interface router
    • X - Disabled: Rute yang dinonaktifkan
    • I - Inactive: Rute tidak aktif karena berbagai alasan

Untuk memverifikasi bahwa rute statis berfungsi dengan benar, Anda dapat menggunakan fitur Ping di Winbox:

  1. Buka menu Tools > Ping
  2. Masukkan alamat IP dari jaringan tujuan
  3. Klik Start untuk menjalankan tes ping

Default Route

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), Default Route adalah rute khusus dengan alamat tujuan 0.0.0.0/0. Rute ini digunakan sebagai "jalur cadangan" atau "rute terakhir" ketika tidak ada rute spesifik lain yang cocok untuk paket data. Cara mengonfigurasi default route di Winbox:

  1. Buka IP > Routes
  2. Klik tombol Add (+) untuk menambahkan rute baru
  3. Untuk Dst. Address, masukkan 0.0.0.0/0 (atau biarkan kosong, yang secara default dianggap 0.0.0.0/0)
  4. Untuk Gateway, masukkan alamat IP gateway (biasanya alamat IP router ISP Anda)
  5. Klik Apply dan OK untuk menyimpan default route

Dari sumber MikroTik Wiki (2024), Default Route adalah jalur yang akan digunakan untuk semua traffic yang tidak memiliki rute spesifik dalam tabel routing. Default route dikenal juga sebagai "gateway of last resort" dan sangat penting untuk konektivitas internet pada sebagian besar jaringan.

Kesimpulan: Dari 2 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa Static Routing pada MikroTik adalah metode konfigurasi manual jalur yang akan digunakan untuk mengirimkan paket ke jaringan tujuan. Konfigurasi dapat dilakukan melalui Winbox GUI dengan mudah dan intuitif. Default Route (0.0.0.0/0) merupakan komponen penting yang menentukan gateway untuk semua traffic yang tidak memiliki rute spesifik, biasanya digunakan untuk koneksi internet.

3. DYNAMIC ROUTING

# topologi yang digunakan

Topologi di GNS3
Tampilan topologi di gns3
Topologi routing
Tampilan topologi di gns3

Pengertian Dynamic Routing

Dari sumber Tech Layer-X (2025), Dynamic Routing adalah metode routing di mana router secara otomatis belajar, memilih, dan memperbarui rute melalui protokol routing. Protokol ini memungkinkan router untuk berbagi informasi routing dengan router lain dan beradaptasi dengan perubahan topologi jaringan. MikroTik RouterOS mendukung beberapa protokol routing dinamis seperti RIP, OSPF, dan BGP.

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), pada Dynamic Routing, router secara otomatis bertukar informasi tentang jaringan yang mereka ketahui, dan berdasarkan informasi ini, mereka membangun dan memperbarui tabel routing mereka. Metode ini sangat berguna untuk jaringan yang besar dan kompleks di mana konfigurasi dan pemeliharaan rute statis akan sangat memakan waktu.

Protokol Dynamic Routing pada MikroTik

Dari sumber Tech Layer-X (2025), MikroTik mendukung beberapa protokol routing dinamis:

RIP (Routing Information Protocol)
# Protokol distance-vector yang menggunakan jumlah hop sebagai metrik
# Cocok untuk jaringan kecil dengan maksimal 15 hop
OSPF (Open Shortest Path First)
# Protokol link-state yang menggunakan algoritma Shortest Path First
# Mendukung desain hierarkis dengan membagi jaringan menjadi area
BGP (Border Gateway Protocol)
# Protokol path-vector untuk routing antar autonomous system (AS)
# Penting untuk routing skala internet dan organisasi dengan multiple IP publik

Dari sumber MikroTik Wiki (2024), OSPF adalah protokol link-state yang mengurus rute dalam struktur jaringan dinamis yang dapat menggunakan berbagai jalur ke subjaringannya. Ini selalu memilih jalur terpendek ke subjaringan terlebih dahulu, dan setiap area menjalankan salinan terpisah dari algoritma routing link-state dasar.

Konfigurasi OSPF pada MikroTik dengan Winbox

Dari sumber MikroTik Wiki (2024), berikut adalah langkah-langkah mengkonfigurasi OSPF menggunakan Winbox:

  1. Buka Winbox dan hubungkan ke router MikroTik Anda
  2. Dari menu utama, navigasi ke Routing > OSPF
  3. Pada tab Instances, klik tombol Add (+) untuk membuat instance baru:
    • Pada kolom Name, masukkan "default"
    • Pada kolom Router ID, masukkan ID unik (format IP, misal 1.1.1.1)
    • Klik OK untuk menyimpan
  4. Beralih ke tab Areas, klik tombol Add (+) untuk menambahkan area:
    • Pada kolom Name, masukkan "backbone"
    • Pada kolom Area ID, masukkan "0.0.0.0" untuk area backbone
    • Pada kolom Instance, pilih "default"
    • Klik OK untuk menyimpan
  5. Beralih ke tab Networks, klik tombol Add (+) untuk menambahkan jaringan:
    • Pada kolom Network, masukkan jaringan (misal: 192.168.1.0/24)
    • Pada kolom Area, pilih "backbone"
    • Klik OK untuk menyimpan
  6. Ulangi langkah 5 untuk menambahkan jaringan lain (misal: 192.168.2.0/24)

Dari sumber Tech Layer-X (2025), untuk memeriksa status OSPF menggunakan Winbox:

  1. Buka Routing > OSPF
  2. Klik tab Neighbors untuk melihat tetangga OSPF
  3. Klik tab Interfaces untuk melihat interface OSPF aktif
  4. Klik tab LSA untuk melihat database Link State Advertisement
  5. Untuk melihat rute yang dipelajari dari OSPF, buka IP > Routes dan periksa rute dengan tanda "o" di kolom Flags

OSPF menggunakan konsep area untuk menskalakan jaringan besar. Area 0 atau backbone area harus menjadi pusat dari semua area lain. Untuk koneksi antar area, digunakan router yang disebut Area Border Router (ABR) yang memiliki interface di dua atau lebih area.

Konfigurasi BGP pada MikroTik dengan Winbox

Dari sumber FastNetMon (2025), berikut adalah langkah-langkah mengkonfigurasi BGP menggunakan Winbox:

  1. Buka Winbox dan hubungkan ke router MikroTik Anda
  2. Dari menu utama, navigasi ke Routing > BGP
  3. Pada tab Instances, klik dua kali pada instance "default" (atau tambahkan yang baru jika belum ada):
    • Pada kolom AS, masukkan nomor AS Anda (misal: 65001)
    • Pada kolom Router ID, masukkan ID unik (misal: 10.0.0.1)
    • Untuk Redistribute Static, pilih "no" (atau "yes" jika ingin meredistribusi rute statis)
    • Klik OK untuk menyimpan
  4. Beralih ke tab Peers, klik tombol Add (+) untuk menambahkan peer BGP:
    • Pada kolom Name, masukkan nama deskriptif (misal: "peer1")
    • Pada kolom Remote Address, masukkan alamat IP peer (misal: 192.168.1.2)
    • Pada kolom Remote AS, masukkan nomor AS peer (misal: 65002)
    • Klik OK untuk menyimpan
  5. Beralih ke tab Networks, klik tombol Add (+) untuk mengiklankan jaringan:
    • Pada kolom Network, masukkan jaringan yang ingin diiklankan (misal: 10.0.0.0/24)
    • Klik OK untuk menyimpan

Kesimpulan: Dari 2 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa Dynamic Routing pada MikroTik merupakan metode di mana router secara otomatis mempelajari dan memperbarui informasi routing melalui protokol seperti RIP, OSPF, dan BGP. OSPF ideal untuk jaringan enterprise dengan kemampuan membagi jaringan menjadi area, sementara BGP digunakan untuk routing antar autonomous system seperti koneksi antar ISP. MikroTik RouterOS menyediakan antarmuka Winbox yang intuitif untuk konfigurasi dan pemantauan protokol routing dinamis.

4. REDISTRIBUTION DAN ECMP

Redistribution Rute

Dari sumber Tech Layer-X (2025), redistribution adalah proses berbagi informasi routing antara protokol routing yang berbeda. MikroTik memungkinkan redistribusi rute connected, static, atau bahkan rute yang dipelajari melalui satu protokol dinamis ke protokol lain. Ini berguna dalam skenario di mana beberapa bagian jaringan menggunakan protokol routing yang berbeda.

Cara mengkonfigurasi redistribusi rute dengan Winbox:

  1. Buka Winbox dan hubungkan ke router MikroTik Anda
  2. Untuk redistribusi ke OSPF:
    • Navigasi ke Routing > OSPF
    • Pada tab Instances, klik dua kali pada instance yang ada (biasanya "default")
    • Beralih ke tab Redistribute
    • Centang opsi yang sesuai:
      • Connected: Pilih "as-type-1" atau "as-type-2" dari dropdown
      • Static: Pilih "yes" dari dropdown
    • Klik OK untuk menyimpan
  3. Untuk redistribusi ke BGP:
    • Navigasi ke Routing > BGP
    • Pada tab Instances, klik dua kali pada instance "default"
    • Di kolom Redistribute OSPF, pilih "yes" dari dropdown
    • Klik OK untuk menyimpan

Dari sumber MikroTik Forum (2025), untuk redistribusi rute default ke OSPF menggunakan Winbox:

  1. Navigasi ke Routing > OSPF
  2. Pada tab Instances, klik dua kali pada instance "default"
  3. Di kolom Distribute Default, pilih "if-installed-as-type1" dari dropdown (ini berarti default route akan didistribusikan jika sudah ada di tabel routing)
  4. Klik OK untuk menyimpan

Gunakan redistribusi dengan hati-hati! Redistribusi yang tidak tepat dapat menyebabkan loop routing atau rute suboptimal. Selalu pertimbangkan untuk menerapkan filter rute dan manipulasi metrik untuk mengendalikan rute mana yang didistribusikan dan bagaimana mereka diprioritaskan.

ECMP (Equal Cost Multi-Path)

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), ECMP adalah fitur yang memungkinkan router menggunakan lebih dari satu jalur dengan biaya (cost) yang sama ke tujuan yang sama. Ini memungkinkan load balancing traffic ke beberapa gateway.

Cara mengkonfigurasi ECMP dengan Winbox:

  1. Buka Winbox dan hubungkan ke router MikroTik Anda
  2. Navigasi ke IP > Routes
  3. Klik tombol Add (+) untuk menambahkan rute baru
  4. Pada kolom Dst. Address, masukkan alamat jaringan tujuan (misal: 192.168.100.0/24)
  5. Pada kolom Gateway, masukkan beberapa alamat IP gateway yang dipisahkan dengan koma (misal: 10.0.0.1,10.0.0.2)
  6. Klik OK untuk menyimpan rute ECMP

Untuk melihat rute ECMP:

  1. Buka IP > Routes
  2. Perhatikan rute dengan tanda "+" di kolom Flags yang menunjukkan rute ECMP
  3. Klik dua kali pada rute untuk melihat detail gateway

Dari sumber MikroTik Wiki (2024), OSPF dan BGP dapat secara otomatis menciptakan rute ECMP jika mereka menemukan beberapa jalur dengan biaya yang sama ke tujuan yang sama. Rute-rute ini diberi flag "+" dalam tampilan IP > Routes dan dikelompokkan bersama secara otomatis oleh RouterOS.

Metode load balancing default untuk ECMP pada MikroTik adalah per-connection, yang berarti semua paket untuk koneksi yang sama akan mengikuti jalur yang sama. Ini memastikan bahwa paket tidak tiba di luar urutan yang dapat menyebabkan masalah untuk protokol seperti TCP.

Untuk load balancing yang lebih canggih, gunakan fitur PCC (Per Connection Classifier) di IP > Firewall > Mangle.

Kesimpulan: Dari 2 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa MikroTik mendukung redistribusi rute antar protokol routing, memungkinkan integrasi berbagai bagian jaringan yang menggunakan protokol berbeda. ECMP memungkinkan load balancing traffic melalui beberapa jalur dengan biaya yang sama, meningkatkan throughput dan redundansi. Fitur-fitur ini dapat dikonfigurasi dengan mudah melalui antarmuka Winbox, menjadikan MikroTik solusi routing yang fleksibel untuk berbagai skenario jaringan.

5. TROUBLESHOOTING ROUTING

Tools Diagnostik dengan Winbox

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), RouterOS menyediakan berbagai tools untuk mendiagnosis masalah routing. Tools ini membantu administrator mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang berkaitan dengan konfigurasi routing.

  1. Ping Test:
    • Buka menu Tools > Ping
    • Masukkan alamat IP yang ingin diuji (misal: 8.8.8.8)
    • Klik Start untuk memulai test
  2. Traceroute:
    • Buka menu Tools > Traceroute
    • Masukkan alamat IP tujuan
    • Klik Start untuk melihat jalur yang diambil paket
  3. Memeriksa Tabel Routing:
    • Buka IP > Routes
    • Lihat semua rute dan status mereka (Active, Inactive)
    • Klik dua kali pada rute tertentu untuk melihat detailnya
  4. Torch (Monitoring traffic real-time):
    • Buka menu Tools > Torch
    • Pilih interface yang ingin dipantau dari dropdown
    • Atur filter sesuai kebutuhan
    • Klik Start untuk memulai monitoring

Dari sumber Tech Layer-X (2025), untuk troubleshooting OSPF menggunakan Winbox:

  1. Buka Routing > OSPF
  2. Klik tab Neighbors untuk memeriksa status tetangga OSPF
  3. Klik tab Interfaces untuk melihat interface OSPF
  4. Klik tab LSA untuk melihat database Link State Advertisement
  5. Untuk mengaktifkan log debug:
    • Buka System > Logging
    • Klik tombol Add (+)
    • Pada Topics, pilih "ospf" dan "debug"
    • Klik OK untuk mengaktifkan logging
    • Buka Log dari menu utama untuk melihat log

Masalah Umum dan Solusinya

Dari sumber MikroTik Documentation (2024), beberapa masalah umum dalam routing dan cara mengatasinya:

  1. Gateway Tidak Dapat Dijangkau:
    • Periksa konektivitas fisik kabel dan status interface di Interfaces
    • Verifikasi konfigurasi IP di IP > Addresses
    • Gunakan Tools > Ping untuk menguji konektivitas
  2. Rute Tidak Aktif:
    • Di IP > Routes, periksa flag 'I' (inactive) pada rute
    • Klik dua kali pada rute untuk melihat detail dan alasan ketidakaktifan
    • Periksa apakah gateway dapat dijangkau
  3. Konflik Rute:
    • Periksa rute dengan prefix yang sama tetapi distance berbeda
    • Rute dengan distance terendah akan dipilih
    • Sesuaikan nilai distance jika perlu
  4. Masalah Redistribusi:
    • Periksa konfigurasi redistribusi di protokol routing
    • Periksa filter rute dan metrik yang ditetapkan

Dari sumber Tech Layer-X (2025), untuk mengatasi masalah OSPF:

  1. Neighbor Tidak Terbentuk:
    • Periksa apakah kedua router berada dalam area yang sama
    • Pastikan parameter Hello/Dead interval sama
    • Periksa autentikasi jika digunakan
  2. Rute Tidak Terpelajari:
    • Periksa konfigurasi network statement
    • Periksa filter rute jika ada
  3. Rute Tidak Menjadi Aktif:
    • Periksa konflik dengan rute statis (distance)
    • Pastikan next-hop dapat dijangkau
  4. Loop Routing:
    • Periksa konfigurasi redistribusi
    • Terapkan filter rute untuk mencegah loop

Untuk mengatasi masalah gateway yang tidak dapat dijangkau tetapi diperlukan untuk default route, gunakan fitur Check Gateway:

  1. Di IP > Routes, tambahkan atau edit default route
  2. Centang opsi Check Gateway
  3. Pilih metode "ping" atau "arp" dari dropdown
  4. Klik OK untuk menyimpan

Router akan secara otomatis mematikan rute jika gateway tidak dapat dijangkau dan mengaktifkannya kembali ketika tersedia.

Best Practices

Dari sumber Tech Layer-X (2025), beberapa best practices untuk routing di MikroTik:

Dari sumber MikroTik Forum (2025), beberapa tips untuk routing yang efisien:

Awasi resource router Anda! OSPF dan BGP dapat menggunakan CPU dan memori yang signifikan pada perangkat MikroTik, terutama pada jaringan besar. Untuk memantau resource:

  1. Buka System > Resources untuk melihat penggunaan CPU dan memori
  2. Untuk melihat penggunaan memori oleh protokol routing, buka Routing > OSPF > Status atau Routing > BGP > Status

Kesimpulan: Dari 2 pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa troubleshooting routing pada MikroTik melibatkan penggunaan berbagai tools diagnostik seperti Ping, Traceroute, dan Torch, serta menu khusus untuk protokol routing seperti OSPF dan BGP. Masalah umum meliputi gateway tidak terjangkau, rute tidak aktif, konflik rute, dan masalah redistribusi. Mengikuti best practices seperti menggunakan router-id statis, implementasi keamanan, filter rute yang tepat, dan monitoring proaktif dapat membantu mencegah masalah dan memfasilitasi troubleshooting yang efisien.

DAFTAR PUSTAKA